HomeNasionalCinema XII Ungkap Kondisi Saat Ini Karena Wabah COVID-19 Menjadi Yang Terparah Yang Pernah Mereka Hadapi

Cinema XII Ungkap Kondisi Saat Ini Karena Wabah COVID-19 Menjadi Yang Terparah Yang Pernah Mereka Hadapi

Cinema XII Ungkap Kondisi Saat Ini Karena Wabah COVID-19 Menjadi Yang Terparah Yang Pernah Mereka Hadapi

Wabah corona COVID-19 di Indonesia yang terus meluas menjadi pukulan telak untuk semua sektor industri dan bisnis termasuk industri hiburan atau showbiz. Beberapa rumah produksi telah mengumumkan penundaan film termasuk menghentikan syuting. Beberapa bioskop juga telah ditutup sementara termasuk Cinema XXI.

Jaringan bioskop Cinema XXI melalui siaran persnya mengatakan bahwa wabah corona COVID-19 ini menjadi hal terburuk yang pernah dialami oleh industri film Indonesia termasuk perbioskopan.

“Seperti yang kita lihat dan rasakan, kondisi pandemi ini masih terus berlanjut. Kejadian ini tentu menjadi kondisi terburuk yang pernah dialami oleh Cinema XXI sejak perusahaan ini didirikan,” kata Dewinta Hutagaol, Head of Corporate Communication and Brand Management Cinema XXI.

Cinema XII Ungkap Kondisi Saat Ini Karena Wabah COVID-19 Menjadi Yang Terparah Yang Pernah Mereka Hadapi

Dewinta mengatakan, “Hingga saat ini, jaringan bioskop belum dapat dioperasikan kembali seperti semula. Padahal, serangkaian biaya rutin tetap wajib dikeluarkan seperti gaji karyawan dan lain sebagainya.”

Hal ini menjadi kondisi yang sulit untuk bioskop. Pasalnya, tanpa adanya pemasukan seluruh pengeluaran termasuk gaji karyawan masih harus tetap dipenuhi. Dewinta mengatakan bahwa saat ini manajemen juga berupaya keras dan maksimal untuk dapat mempertahankan keberlangsungan bisnis serta keutungan dari bioskop.

Mengingat, tanggal rilis beberapa film Indonesia dan mancanegara yang telah dijadwalkan kembali. Diharapkan, setelah wabah corona ini berakhir, film-film ini dapat menyapa pencinta film. Beberapa siasat juga telah dilakukan supaya jaringan bioskop ini dapat tetap bertahan dimasa ketikdapastian ini.

“Untuk mendukung hal ini, manajemen telah memutuskan semua jajaran Komisaris dan Direksi tidak akan mendapatkan renumerasi terhitung bulan April 2020 hingga keadaan normal kembali,” kata Dewinta.

Langkah ini diambil supaya dapat membantu membiayai beberapa pengeluran dan kewajiban yang harus tetap dibayarkan selama wabah berlangsung. Keputusan dramatis ini dilakukan Cinema XXI sambil terus rutin memantau kondisi wabah virus corona ini.

Tidak menutup kemungkinan bagi pihak Cinema XXI untuk mempertimbangkan dengan seksama opsi lain yang ada.

“Mari kita bersama berdoa supaya wabah ini cepat berakhir sehingga kondisi perekonomian dapat kembali stabil. Kami ingin dapat segera beroperasi kembali dan memberikna layanan kami kepada para pecinta film di tanah air,” tutup Dewinta.